Pelatih Terkini Dalam Identik Dengan Filosofi Sepak Bola Menyerang

Alasan pemilihan posisi awal buat fullback ini berasal dri berbagai macam pertimbangan dikarenakan memang fungsi mereka sungguh-sungguh vital di fase di sini.. Pressing memang jauh bertambah mudah jika area dalam ada lebih sempit, dikarenakan ditujukan agar akses ke pemain musuh akan bertambah dekat.

Meskipun tiga bek tidak memiliki suara mayoritas di kancah internasional, bukan berarti skema ini tidak bisa bersaing. Contoh terbaru seperti kejayaan Juventus ke final Liga Champion Eropa musim lalu bersama Max Allegri, dengan memakai bergantian antara serta.

Justru formasi tiga bek sebenarnya lebih nyaman untuk mendapatkan dominasi maupun transisi yang lebih ramah daripada formasi empat bek. Dengan tidak diwajibkan saling terhubung, tiga gelandang ini tidak perlu terlalu suram dengan bola, karena memang mereka tidak harus merubah arah terlalu drastis.

Kebalikan dari teknik ini yaitu dengan kiper melakukan tendangan gawang dalam langsung ke tengah. Akan tetapi langsung mengirim bola ke jarak yang cukup dalam, tidak sesuai dengan dorongan penguasaan bola, karena tentu saja saja bola menjadi ngakl bertuan, tergantung tim dimana yang memenangi duel fifty-fifty di tengah nanti. Dari sini mulai dikembangkan skema khusus membangun serangan untuk bawah, dengan harapan online tetap di kaki tim sendiri begitu sampai sedang. Membangun serangan dari belakang, yang bisa juga dengan melibatkan kiper, semakin sering diaplikasikan para pelatih akhir-akhir ini. Semakin seringnya cara ini dilakukan karena memang semakin banyak pula harry yang merasa penguasaan bola sangat penting sebagai basis permainan mereka.

Di Piala Dunia 2014, kita bisa mengaca kepada kesuksesan Louis Van Gaal bersama Belanda yang berhasil ke semifinal dengan memakai 3-5-2. Kostarika di ajang yang sama juga menembus quarter final dengan memakai 5-4-1. Satu-satunya kekurangan formasi tiga bek saat ini adalah formasi tersebut takluk populer daripada empat bek. Minimnya pemakai skema di sini. membuat perkembangannya bisa dibilang sangat lambat, atau mungkin lebih ke stagnan.

Perlu bagaimana caranya mereka masih bisa meninggalkan pemain lawan yang sedang menjaganya agar tetap di belakang punggungnya ketika dia menerima adulador. Seperti yang bisa disimpulkan di gambar, posisi awal dua fullback adalah amat melebar menyentuh touchline dan berada dalam jarak dalam tidak terlalu dekat dengan rekan bek tengahnya.

Begitu pula di Indonesia, baik itu timnas dan hampir sepenuhnya klub di Liga Indonesia kompak untuk memakai formasi ini. Tidak mengejutkan pun jika kita sekarang menyebut istilah tiga bek, gambaran yang langsung muncul ialah formasi 3-5-2. Sebagai dedengkot sepakbola modern, Pep Guardiola sejak musim lalu pada Bayern Munchen juga memulai gemar untuk bereksperimen dengan formasi tiga bek lalu segala jenis variannya.

Nyata banyak sekali kelebihan dri skema tiga bek yang tidak dimiliki skema empat bek, yang akan patut dijadikan alasan untuk mengembangkan skema ini. Terakhir di masa jayanya, formasi tiga bek yang paling popular adalah 3-5-2.

Tidak banyak yang melakukan ragam dan mengujinya di match kompetitif, yang membuatnya akhirnya menjadi terlihat tidak cocok untuk sepakbola modern. Pada kenyataannya, tidak ada hubungan antara usaha untuk mendapatkan dominasi, atau usaha untuk lebih bagus ketika fase transisi, dengan memakai formasi empat bek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *